CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Tuesday, June 2, 2009

Berbohongkah dia..?? Bagian 2

Lanjutan kemarin nih..


Setiap pagi, siang, sore bahkan malam hari dia selalu menghubungi diriku. Seperti makan obat saja, perhatiannya kepadaku selalu berlebih itu yang aku rasakan. Mungkin untuk gadis2 lain seusiaku akan mudah mabuk kepayang karena kata2 manisnya. Tapi tidak padaku.

Pernah dia juga berbicara sama mamaku, tapi tanggapan mama juga sama sepertiku, agak dingin padanya. Mama sebagai wanita yang sudah mempunyai banyak pengalaman hidup lebih dariku sungguh mengerti tentang hal2 seperti ini.

Menjelang 3bulan dan 2 minggu dia mengatakan sesuatu hal kepadaku yang tak pernah diunggkapkannya kepadaku sebelumnya dengan alasan takut aku tinggalkan katanya.
“Aku cacat”, “jari2 tangan aku rapat sejak kecil mulai dari jari telunjuk sampai jari manisku, sebelah kiri dan kana sama seperti itu sejak aku kecil karena terkena air keras” itu katanya, tak terkejut ketika dia mengatakannya kepadaku, karena aku merasa dia sedang bersandiwara padaku. “mana ada seorang dokter cacat apalagi dedua jari2 tangannya rapat seperti itu” itu kata2 yang sama persis seperti apa yang ada dipikiranku dan pkiran teman2 yang dekat denganku setelah aku bercerita kepada teman2 aku tersebut. Dia kembali bertanya kepadaku”apa setelah kamu mengetahui kadaan tanganku kamu akan meninggalkan aku..??!!” ujarnya kepadaku, aku menjawab”jika Tuhan sudah mentakdirkan kamu untukku aku akan menerimamu dengan segala keadaanmu”


masih berlanjut nih, nantikan aja lanjutannya..

Monday, June 1, 2009

Berbohongkah dia..?? Bagian 1

“Tunggu aku disana ya, aku akan datang dan kita akan segera menikah setibanya aku disana..” itu kata2 yang pernah kudengar sejak 4 bulan yang lalu.

4 bulan yang lalu aku kenalan dengan cowo dari dunia maya, tepatnya disebuah forum kristen di internet.
Namanya Ggeanne William Aditya, itu katanya. Aku memanggilnya Willy terkadang aku juga memanggil dia Gege.

“Aku seorang dokter speasialis anak disebuah Rumah Sakit Swasta di daerah Kelapa Gading Jakarta” tuturnya. “Aku ikutan forum kristen ini dengan tujuan mendapatkan teman dan sahabat serta pasangan hidup yang seiman” tuturnya lagi. Hari demi hari berlalu begitu cepatnya lalu kami terlibat perbincangan yang mulai agak serius setelah 1 bulan berkenalan. Kami berdua semakin terasa dekat setiap harinya, walau sebenarnya aku ga pernah bisa serius sama dia. Entah kenapa aku tak pernah bisa menangkap apa yang dia ungkapkan kepadaku.

Ya.. aku cuma menganggapnya biasa aja karena memang kata hati aku tak merasakan ada keseriusan dari kata2nya kepadaku.
Watu terus berlalu, semakin keseriusan akan hubungan kamipun makin aku rasakan dari kata2 dan perhatiannya kepadaku, tapi tidak dari diriku. Terbukti ketika suatu hati dipagi2 buta ditempatku, dia mengatakan sesuatu hal kepadaku “Maukah engkau menjadi kekasih hatiku, dan menikah denganku..??” itu katanya... masih mengantuk... tapi aku hanya menjawab dengan kata2 “hanya jika Tuhan menginginkan kita bersama lebih baik kita jalani saja dulu karena kita belum saling mengenal satu sama lain dan kita juga belum pernah bertemu sampai saat ini” itu kataku kepadanya.

Wednesday, May 27, 2009

Kisahku

Lama sudah setelah aku selesaikan pendidikan aku di salah satu SMU swasta di desaku. Ya, saat itu tahun 2000 mama ingin mengirim aku untuk study ke Negeri Kagguru Australia. Saat itu aku tidak menolaknya karena aku juga menginginkan untuk kesana.

Mama meminta saran beberapa adiknya untuk memberikan saran terbaik untuk aku.

Setelah mendapatkan saran tersebut, mama tanpa membuang waktu menerima saran tersebut. Kebetulan saran tersebut dari tante aku sendiri, tante kakak dari papa. Begitu aku dan mama datang ketempat agent study untuk meminta bantuan memproses visa untuk studyku disana. Waktu berjalan begitu cepat. Kini tiba saatnya untuk menerima hasilnya. Aku mendapat kabar dari agent study tersebut bahwa student visa aku diterima dan aku harus bersiap memesan tiket pesawat saja. Tapi setelah beberapa hari kemudian aku mendapat kabar kembali dari agent tersebut bahwa visa aku dicancel oleh kedutaan negara tersebut. Beruntung mungkin itu yang pantas kami ucapkan, kenapa karena kami belum memesan tiket pesawat.

Tanpa menaruh curiga sedikitpun aku memberitahukan sama mama. Tapi mama tidak tinggal diam, mama mndatangi tempat agen tersebut berharap mendapatkan apa yang ingin diketahuinya. Tapi apa ternyata agent tersebut tidak mengatakan alasan apapun atas apa yg menjadi pertanyaan mama tentang visa tersebut.

Mama menduga ini karena peran tanteku yang tidak menginginkan aku tuk maju.

Dia memang kaya tapi berhati picik.

Lalu mama tidak hanya diam untuk itu, mama terus berusaha agar aku bisa sekolah kembali diluar negeri. Berharap aku mendapatkan apa yg terbaik nantinya, kita berdua berusaha untuk mengganti arah kini mencoba ke negara Amerika. Tapi semakin mencoba aku semakin benci sama mama karena aku tidak menginginkannya.

Tapi apalah daya aku, aku hanya seorang anak yg harus mematuhi apa kata mama.

Ya karena aku tidak ingin mama bersedih. Aku menuruti apa yg mama inginkan.

Itu semuanya aku lakukan karena kini aku hanya mempunyai satu orangtua, karena papa sudah lama meninggalkan kami.

Setelah merasa capek atas apa yg tidak kunjung tiba juga mama memutuskan untuk berhenti berusaha itu.

5 tahun sudah kini tlah berlalu, saat itu mama selalu meminta aku untuk melanjutkan sekolah kembali ke universitas. Tapi aku menolaknya, karena aku tidak ingin melanjutkan study aku setelah sekian lama aku menyelesaikan sutdy aku tersebut. Tapi mama bersikeras untuk mengirm aku sekolah di luar negeri.

Betapa tidak, mama sosok orangtua yg berwatak keras tetap ingin mengirimkan aku untuk study disana. Dinegara Amerika

Suatu hari aku berfikir bahwa semuanya akan berjalan tidak sempurna seperti apa yang aku bayangin.

Tapi semuanya salah, Tuhan mengirimku untuk datang kesini dinegara Australia ini aku berada sekarang, aku datang untuk memenuhi apa yg mama tuntut dari aku.

Tidak adil memang kalu aku fikirkan

Tidak adil untuk mama kalau aku tidak mengikuti apa yg mama inginkan.

Ya aku datang kesini hanya berdasarkan ambisi mama untuk memberikan yang terbaik untuk aku itu katanya.

Waktu demi waktu aku jalani, satu bulan… dua bulan… lalu tak terasa hampir lima bulan aku disini tak jua aku rasakan kenyaman dihati ini entah mengapa. Mungkin karena aku menjalani kehidupan disini dengan terpaksa saja.

Setelah waktu berjalan lebih dari 1 tahun aku merasa menyesal juga mengapa aku selalu tidak bisa menerima kalau aku sudah ada disini.

Akhirnya aku mencoba mencintai bidang study yang mama pilih untuk aku.

Dan kini 1 tahun dan 9 bulan tepatnya aku berada disini, aku mulai menyukai subject yang aku tekuni ini.

Disini aku ingin berbagi dengan para pembaca kalau kita mengeraskan hati kita atas apa yang Orangtua kita pilihkan maka kita akan merasa bersalah kepada Orangtua kita karena Orangtua kita sudah berusaha dengan susah payah agar kita sebagai anak2nya meraih kesuksesan dengan apa yang mereka pilihkan. Memang tidak ada salahnya kita mencoba berontak akan keinginan Orangtua kita tapi kita juga harus bener2 memikirkan sisi baik dari semuanya itu.

Monday, April 6, 2009

It's So Short

Life is so short...
Let's break the rules
forgive quickly

kiss passionately...
love truly...
laugh constantly...
and never stop smiling

No matter how strange life is
Life is not always the party
we expected to be
but as long as we are here
we should smile and be grateful

Monday, February 9, 2009

THANK YOU

THANK YOU...

THANK YOU...

THANK YOU...

Wednesday, February 4, 2009

I WANNA BE YOUR ANGEL


just like another human
though i am invisible
yet always by your side
with a pair of beautiful feathery wings
like the one in your fantasies

I want to be the angel
tall giant titanic
puissant and undestroyable
have my wings around you
protect you all the time

unpenetratable
imperishable immortal
have you embraced
protect you under my arms forever
you're always safe

Sunday, January 11, 2009

POEM

I Miss My Rain

I miss the sound of the rain tapping on my face.
How it touches and rolls down my cheeks.

I wonder when the rain would come.
I wonder if it still remembers my name and all my secrets.

To the window pane I see the bright yellow sun.

But not the dark clouds that carries my secrets.

I wonder when you’ll come again my rain?
So I can whisper my greatest and deepest secrets to you.

Come now, rain.
And fill me in.