CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Tuesday, December 2, 2008

SAHABATKU 5

Nah tiba juga saatnya mengakhiri cerita ini..


Setelah kepergian Micha, keadaan Cha Cha pun semakin memburuk, Tuhan jangan panggil dia pintaku pada Bapa.
Tapi aku paham kalau akupun tak boleh egois, aku harus kuat dan tegar seperti Cha Cha sahabatku.

Saat indah terakhir aku bersama sahabatku 2 bulan sebelum dia pergi meninggalkan aku serta mama dan papanya. Kami pergi kesebuah pesta ulang tahun teman kami yang lain, dengan bermodal pakaian seadanya kami pergi bersama dengan angkutan umum. Entah perasaan aku saja atau memang ini sudah pertanda kepergian dia sudah dekat, sore itu Cha Cha terlihat sungguh manis dan cantik walau aku sudah tahu dia memang cantik dan manis tapi kali ini terlihat sungguh berbeda.
Tak kuhiraukan perasaan itu, kamipun berangkat. Sejak meninggalkan rumah sampai kami sampai di halte bus, kami bernyanyi ria. Sampai didalam bus pun kami masih tetap bernyanyi tanpa memperdulikan penumpang lainnya. Ya karena hanya beberapa saja penumpang didalamnya.

Tak berapa lama penumpang semakin bertambah...bertambah dan bertambah, hampir sesak tak bisa bernafas. Tapi Cha Cha menolak untuk turun dan menunggu bus berikutnya. Kamipun tetap bersenandung ria, tiba-tiba seorang ibu menghentikan kami. Tapi ini sungguh mengejutkan Ibu tersebut meminta kami bernyanyi lebih kencang lagi, alasannya karena memang kami bernyanyi pelan karena penumpang penuh sesak. Tapi si Ibu berkata “Nak bisakah kalian bernyanyi lebih kencang, karena suara kalian sungguh merdu”. Kami saling berpandangan, lalu tersenyum. Kamipun mulai bernyanyi dengan suara yang tinggi, sampai seluruh para penumpang memperhatikan kami.

Ya akhirnya sampai juga kami ditempat tujuan, dan kamipun meminta maaf karena kami harus turun. Mereka memberikan tepuk tangan yang sungguh meriah, ya aku merasakan kebahagiaan mereka kamipun ikut bahagia.

Party.. ya ditempat pesta ulangtahun tersebut Cha Cha kembali pingsan, kali ini berujung di RS. Ya dia dirawat karena dia tak sadarkan diri, semuanya bersedih kembali. Kami berdoa dan berdoa tak hentinya 1 bulan berlalu sahabatku tak kunjung sadarkan diri, 2 bulan kini, harapan dan doa kami terjawab juga.

Tapi hanya sebentar, dia hanya mampu bertahan 30 menit sebelum akhirnya dia menutup matanya selamanya. Dia berpesan padaku "Jangan pernah lagi bersedih, jangan mudah menyerah dan mengeluh akan hidup serta pertahankanlah apa yang kamu miliki dengan sekuat tenagamu berjuanglah untuk apa yang ingin kamu raih dan jangan lupa tersenyum selalu walaupun masalah datang janganlah mengeluh, katakan selamat datang masalah" itu katanya nah itu adalah inti dari pesannya untukku. Dia juga tak ingin aku menangisi kepergiannya atau siapapun yang pergi meninggalkan aku.

Tak kukira aku punya sahabat yang sungguh mulia hatinya, dia tak memikirkan dirinya sendiri tapi hidup orang lain. Akupun tak menduga usia persahabatan kami tak berlangsung lama. Tapi aku mengerti artinya seorang sahabat, aku cukup bahagia bisa mengenalnya. Sahabatku sempat membuat aku tersentuh disaat-saat terakhir kepergiannya dia memberiku hadiah, ya buku diarynya. Kisah perjalan hidupnya, walau dia sedang sekarat sekarang ini tapi dia ingin tetap berbagi dengan aku sahabatnya yang setia katanya.
Dan saat dia menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya dia memberikan senyum yang termanis yang dia punya. Aku tak kuasa menahan tangis ini, maafkan aku sahabatku aku tak bisa membendung tangis ini. Tangis kamipun meledak didalam ruangan itu.
Aku hanya ingin mengucapkan selamat jalan sahabat, kini kau sudah sembuh dan kamu berada ditempat yang damai bersama-Nya.

Tuhan menciptakan manusia tidak sendirian tapi mempunyai teman, sahabat, saudara, kekasih, suami/istri, orang tua. Janganlah pernah kalian merasa sendiri.
Karena Tuhan akan selalu mempunyai rencana di hidupmu dengan mengirim siapapu dalam hidupmu..

Sekian kilas balik dariku tentang sahabatku semoga kalian yang membacanya bisa memahami apa yang hendak aku sampaikan disini.

Terimakasih ya karena kalian masih mengikuti kisah ini sampai tamat.
God Bless You

Monday, December 1, 2008

SAHABATKU 4

Waduh..
Maaf ya pembaca, aku baru lanjut lagi nih, ok to the point aja ya...


Setelah melakukan perjalanan yang lumayan melelahkan, kamipun sampai ditempat tujuan. Tak seindah pantai di Ibu Kota tentunya, tapi kami tetap menyukainya.
Tanpa membuang waktu kami langsung membuka bekal yang dibekalkan untuk kami.

Hmmm... seperti piknik sungguhan loh, kami membawa tikar, makanana, tentunya bawa minum juga loh.
Sambil mempersiapkan semuanya turun dari sepedah, seorang bocah kecil menghampiri kami. Beruntung kami telah selesai dengan bekal kami, lalu mata kami tertuju pada bocah kecil itu. Lusuh memang pakaian yang dikenakannya, tapi kami terutama Cha Cha tak pernah memandang siapapun dengan sebelah mata. Kami pun bertanya-tanya dengan si bocah kecil itu, manis anaknya. Micha namanya, dekat pantai ini ada toko pakaian yang kecil, tapi lumayan lengkap juga. Lalu Cha Cha pamit beserta Micha ke toko tersebut. Aku hanya diminta menunggunya saja.

Setelah beberapa lama aku menunggu akhirnya mereka kembali. Alangkah terkejutnya aku, bocah kecil yang kuihat ini adalah Micha??!! Sungguh beda, bocah kecil yang lusuh kini terlihat lebih manis, dan cantik.
Tau ga apa yang kami lakukan, ya kami piknik bersama. Kami bernyanyi bersama dan bersenda gurau berbagi canda dan tawa, tak lupa kamipun bermain di air...
‘Yaaaaaaaaa.... aiiiiirrr kami datang...” itu teriak sahabatku.

Senjapun kembali datang, kami bersiap untuk pulang kembali kerumah. Micha...
Sahabatku membawanya pulang kerumahnya, untuk di adopsi katanya.
Ya ternyata keluarga Cha Cha memang mampu untuk mengadopsi seorang anak.
Kehidupan Cha Cha berubah setelah memiliki Micha adik barunya.
Dia tak lagi bermain denganku, sedih memang tapi ya sudahlah aku tak bisa memaksanya untuk membenci adik barunya.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan akhirnya 5 bulan berlalu. Sahabatku kembali padaku, entah apa yg terjadi. Dia berkata Micha telah pergi, mulanya aku tak paham apa kata sahabatku itu. Akhirnya aku memberi minum dan memberinya waktu agar sedikit tenang.
“Dia pergi..” dengan wajah yang pucat pasi dia berkata Micha meninggal dunia karena kecelakaan begitu katanya.
Seribu jarum menusuk jantungku rasanya ketika aku mendengar berita tersebut, ya itu terjadi ketika mereka sekeluarga sedang berlibur ke daerah pergunungan.

Micha gadis kecil yang manis telah dipanggil-Nya, aku memeluk sahabatku yang menangis tak henti.
Aku tahu tak mudah untuk melupakan seseorang yang kita sayangi disaat dia pergi kita juga tak bisa membendung airmata. Tapi apalah gunanya bersedih terus menerus. Dia tak akan kembali.

Kini aku sedikit mengerti apa artinya sahabat, sahabat tidak hanya ada disaat kita bahagia, tapi sahabat juga selalu ada disaat mereka bersedih, memberi dan menerima, mencinta dan dicinta, menyayang dan disayang, mengerti dan dimengerti.


Wah...
Harus bersabar lagi nih para pembaca, maaf ya bersambung next time...

Monday, November 24, 2008

SAHABATKU 3

Hari-hari aku lalui dengan sahabatku Cha Cha, tanpa ku tahu sampai kapan aku akan bisa bersamanya untuk menjalin persahabatan dengannya didunia ini.
Aku hanya bisa mengisi hari-harinya dengan senyum dan candatawa.
Kini aku tahu apa yang sedang terjadi dengannya, mengapa dia selalu mengurung diri didalam rumahnya. Ya semuanya karena penyakitnya yang dia derita selama ini, semua teman-temannya menjauhi dia seolah mereka takut akan penyakit yang dia derita.

Entah apa yang mereka pikirkan, Cha Cha anak yang baik dan manis itu yang aku tahu.
Aku tak melihat satupun kesedihan dimatanya, ya dia begitu tegar dan pandai menyembunyikan sesuatu dalam kekacauan hatinya.
Aku bersyukur bisa mengenalnya, aku belajar banyak dari dirinya tentang bagaimana menjalani hidup dengan senyuman apapun masalahnya. Itulah istimewanya sahabatku itu.

“Tetap tersenyum walaupun sedang mempunyai masalah apapun, dan katakan selamat datang masalah!!!” itu kata-kata yang selalu aku ingat sampai sekarang.
Dia yang selama ini membuat aku tetap tegar dan tersenyum walaupun masalah datang bertubi.

Kami mengalami masa-indah dan pahit bersama, aku bahagia bisa berkenalan dan merasa dekat dengannya, suatu pagi yang indah kami berdua berencana menelusuri pantai tak jauh dari tempat kami tinggal ya hanya beberapa kilometer saja tepatnya 6 km.
Kami mengendarai sepedah menuju pantai tersebut, tak lupa kami membawa bekal makanan dan minuman serta tidak lupa mama Cha Cha membekali obat-obatan untuk sahabatku serta uang cash. Ya untuk berjaga-jaga begitu katanya.

Kami pun berangkat meninggalkan rumah, oh ya tak lupa kami memakai topi serta membawa pakaian pengganti. Ya siapa tahu kami ingin bermain air dan pakaian kami basah jadi harus diganti biar tidak sakit.

Hmmm... menyenangkan sekali, kami bernyanyi riang sepanjang perjalanan menuju pantai. Ya kami suka sekali bersenandung ria, walaupun aku tak mempunyai suara yang merdu seperti sahabatku tapi katanya tak perlu suara yang bagus dan merdu lalu kita boleh bernyanyi.


Wah mendekati cerita akhir nih...
Masih mengikuti ceritanyakan..
Tunggu saja kelanjutannya...

Sunday, November 23, 2008

SAHABATKU 2

Ya.. hari berganti hari persahabatan kami pun kian semakin erat.
Entah apa yang membuat kami merasa bahwa kami akan selalu bersama selamanya.
Kami selalu bersama kemanapun kami pergi, ya Cha Cha anak yang sungguh periang kemanapun aku pergi dengannya dia selalu membuat aku gembira.

Suatu hari kami pergi berjalan-jalan rencananya mau ke 21 mau lihat film begitu katanya, tanpa bisa menolak keinginannya aku pun ikut. Entah mengapa setelah kami tiba di depan tempat tersebut tiba-tiba Cha Cha terjatuh. Lalu aku memutuskan untuk menelephone mamanya, lalu tanpa berfikir panjang akupun membawa dia kerumah sakit dengan taksi, ya walaupun aku tak membawa uang cukup untuk membayarnya.

Aku selalu berdoa sepanjang perjalanan menuju RS tersebut, bingung, cemas dan gelisah. Dan aku berdoa dalam hati “Tuhan... ada apa ini...?” namun tak berapa lama, kamipun sampai dan aku berteriak “tolong....tooolllloonggg...” 5 orang perawat menghampiriku, lalu membawa Cha Cha dengan langkah seribu mereka mendorong tubuh Cha Cha yang terbaring lemah di tempat tidur tersebut entah apalah namanya.

Tak lama mama Cha Cha menghampiriku dengan menangis dan bertanya apa yang terjadi, aku pun tak bisa berbicara karena aku sendiri tidak tahu mengapa terjadi. Kami berdua diam sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan.

Mama Cha Cha dan akupun menghampiri sang Dokter, lalu diajaknya mama Cha Cha keruangan Dokter dan aku diminta menemani Cha Cha.
Aku bingung sepertinya sang mama dan Dokter mempunyai rahasia yang tidak aku ketahui, aku menghampiri sahabatku dan memandangi wajah manisnya. Dan dia pun seolah ingin berkata aku tidak apa-apa, entah berapa lama aku dan dia tak bicara sampai akhirnya mamanya kembali dari ruangan Dokter tersebut dan membawa puteri kesayangannya pulang, tapi sepanjang perjalanan kami tak berkata sepatah katapun. Hanya Cha Cha yang memandangiku dengan senyum dibibirnya.

Setelah hari itu aku tak menemuinya bahkan aku dilarang untuk menemuinya. Aku tambah tak mengerti, aku hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa-apa dengan sahabatku. 2 minggu lamanya kami tak bertemu sampai akhirnya suatu hari mamanya memintaku menemuinya di luar rumah katanya penting.
Dengan seribu tanya dibenakku aku pun menemuinya, wanita itu tampak sedikit berubah, dulu pertama kali aku bertemu dengannya beliau sangatlah terlihat anggun dan berwibawa. Entah apa yang terjadi, aku bertanya pada beliau apakah Cha Cha baik-baik saja. Tapi dia menangis, apa yang terjadi tante kataku.
Dia memintaku agar tabah dan tetap menjadi sahabat untuk puteri kesayangannya, maklum beliau hanya memiliki Cha Cha.

Aku berkata baiklah aku akan menjadi sahabatnya, lalu beliau mulai bercerita tentang keadaan fisik sahabatku itu. Alangkah terkejutnya aku begitu beliau selesai berbicara tanpa terasa akupun meneteska airmata, sungguh tak pernah kubayangkan..
Gadis secantik dan semanis sahabatku harus berperang melawan sakit yang begitu ganasnya dan ingin merenggut semua kebahagiaan dari tangannya.

Leukimia, ya kanker ganas yang menyerang darah merah begitu yang aku tahu, tapi sungguh tak pernah terlintas dibenakku kalau sahabatku tak pernah mengeluh apapun kepada siapapun. Entah dia takut atau dia memang seorang gadi yang tegar.
Akupun berjanji pada mamanya yang sudah kuanggap mamaku juga walaupun aku bukanlah anak kandungnya, tapi mamanya begitu menyayangiku juga seperti anak kandungnya juga.
Mangkanya aku tak pernah sungkan untuk bermain dirumahnya.

Aku pernah bilang pada mama sahabatku, kalau aku tak akan pernah berubah untuk menjadikan Cha Cha sebagai sahabatku hanya karena dia sakit atau tidak bagiku sama saja. Hanya saja ku akui rasa sayang aku semakin bertambah walaupun aku menunjukannya tak secara berlebihan. Itu pinta mamanya agar Cha Cha tak merasa kalau aku mengasihinya secara berlebihan di usianya tak akan lama...


Masih mau tau lanjutannya...
kita lihat di kisah SAHABATKU 3
sabar ya...

Keinginankah...

Suatu hari aku merasa akan bahagia bila aku mendapatkan apa yang aku inginkan...
Tapi apa yag aku dapat saat ini hanya masalah.. masalah dan masalah saja.
Aku gak tau apa yang sebenernya aku harus katakan, haruskah aku bahagia sama apa yang sekarang aku alami?? Apa aku harus merasa senang?? Aku gak tau
Bapa aku hanya bisa meminta dan berdoa pada-MU apa yang sebenarnya Engkau rancangkan pada diri aku ini..

Apa yang ingin Kau rencana untuk hidupku..
Apa...
Bapa aku percaya semua rancangan Mu tak pernah gagal..
aku percaya semua rancangan-MU akan indah pada waktunya..

Wednesday, November 19, 2008

SAHABATKU 1

Saat ini yang aku butuhkan adalah teman atau sahabat yang benar-benar mengerti akan isi hati aku, pernah aku mempunyai sahabat yang sangat baik, lemah lembut, bersopan santun tinggi, serta cantik. Namun persahabatan kami tidaklah lama, kami hanya bersahabat sekitar beberapa tahun saja sebelum Tuhan memanggilnya.
Pedih memang tapi apa yang bisa aku perbuat, aku hanyalah manusia biasa yang lemah dihadapan-Nya.

Ya sebelum aku mengenalnya aku hayalah seorang gadis yang penyendiri, mungkin karena tidak ada teman yang mau berteman denganku. Ditempat sekelilingku atau lingkungan aku tinggal tidak ada yang hendak berteman dengan aku entah mengapa.
Mungkin karena aku hanyalah gadis miskin yang cacat itu pikir mereka.
Sehingga teman-temanku pun di sekolah tak ada yang mau berteman dengan aku kalau bukan karena mereka membutuhkan aku(tanpa suatu keinginan tertentu), itulah sebabnya aku merasa kesepian.

Pada suatu hari kau berkenalan dengan anak baru yang tinggal tidak jauh dari rumah tinggalku, ya mereka baru saja pindah kelingkungan aku tinggal.
Pada hari pertama aku lihat dia aku berfikir bahwa dia sangat sombong dan manja sekali. Tapi begitu mengenalnya lebih dekat maka aku tahu bahwa dia pun merasakan apa yang aku rasakan juga. Kesepian ya, kita merasakan hal yang sama yaitu kesepian tanpa teman.

Pagi yang indah aku seperti biasa membereskan rumahku sendiri maklum rumah kami tidak mempekerjakan pembantu. Ya karena keluarga kami hanyalah keluarga menengah saja, mama mendidik kami(aku dan kakak serta adikku) melakukan semuanya sendiri sejak kecil. Jadi kami memang sudah mandiri sejak kami kecil.

Saat itu aku melihat dia keluar dari rumahnya dan berjalan menuju ke arah rumahku, entah apa yang membuat dia ingin mengunjungiku. Padahal hari pertama dia pindah aku berkunjung kerumah barunya tanpa mendapatkan sapaan hangar darinya.
Entahlah aku menepiskan pikiran buruk yang ada dibenakku.

Cha Cha begitu orangtuanya memanggilnya, dia sungguh terlihat beda hari ini, lebih terlihat manis walau ku sudah tahu dia memang manis. Dan aku terkejut ketika dia menghampiriku dengan membawa sebuah kotak dan disodorkan padaku, entah kotak apakah itu. Aku memandangnya dengan wajah bingung dengan seribu tanya didalam hatiku. “ambillah” itu katanya padaku. Dengan wajah masih bingung aku menerimanya dan memersilahkannya masuk kerumahku, dia berjalan didepanku dan seakan memperhatikan seisi rumahku.

Dan aku membuka percakapan dengannya “silahkan duduk!!”. Tanpa sungkan dia pun duduk, lalu aku berkata “maun minum apa?” dia berkata “air putih saja, terimakasih”. Aku sedikit bingung, anak secantik dan sekaya dia bertamu kerumahku yg sederhana ini hanya meminta air putih untuk aku sugguhkan. Sambil berjalan meninggalkannya aku berfikir “Hmmm.. lagi-lagi aku berfikiran buruk tentang dia, apa mungkin dia mengejek keadaan aku yang miskin karena dia berfikir dirumah kami hanya mempunyai air putih saja”.

Setelah aku kembali dari dapur aku menghampirinya dan berkata “silahkan diminum” aku juga tidak lupa membawakan cemilan karya aku sendiri padanya.
Tanpa berbicara dia meminum air yang aku sugguhkan, dan mengambil kue yang aku buat padanya. Aku tak berkata padanya kalau kue tersebuut hasil karya aku.
Lalu dia memandangku, tapi aku tertunduk. Dan dia bertanya “hmmm, enak sekali kue ini. Siapa yang membuatnya?” lalu aku menjawabnya “aku, ada apa? Apa rasanya tidak enak ya?” tanya ku lagi padanya. “Tidak, enak sekali ”sambil dia tersenyum padaku dan aku pun tersenyum lega.

==bersambung next stories ok...==

Tuesday, November 18, 2008

senandung cinta

Cinta merupakan anugerah dan karunia terindah
Mewarnai setiap sisi-sisi dan seluk beluk kehidupan
Cinta akan tetap setia mengisi denyut nadi kehidupan
Tidak berubah dan akan tetap eksis sepanjang waktu

Cinta memberikan kehangatan
Seperti sang surya menyinari bumi ini..
Ketika menampakkan dirinya di ufuk timur
Seolah menyapa “selamat pagi “ pada semua penghuni

Cinta memberikan kekuatan dan keteguhan
Menyatukan dua kutub hati yang memiliki perbedaan
Menumbuhkan keberanian menghadapi segala rintangan
Ibarat air setetes demi setetes melubangi batu yang keras

Setiap makhluk pastilah memiliki cinta
Ingin mencintai dan dicintai oleh sesamanya
Apakah cinta adalah sebuah misteri untuk ditelusuri
Bisakah cinta tulus dan murni diungkapkan dengan kata-kata

Biarkan cinta mengalir apa adanya di sanubari
Laksana aliran sungai mengalir ke hilir
Biarkan cinta bersemi di lubuk hati
Laksana bunga bermekaran penghias taman kasih

Cinta kasih universal penuh kesabaran dan kelembutan
Bila setiap individu mengembangkan kesabaran
Tiada amarah, dendam, iri, curiga maupun dengki
Bukankah dunia terasa indah dan nyaman untuk dihuni?

Cinta napsu hanya memberikan kenikmatan sesaat
Bila cinta napsu selalu di umbar terus menerus
Bagai kompor yang sumbunya kehabisan minyak
Cinta napsu berakibat selalu berputar dalam lingkaran derita

Bilamana cinta telah membabi buta
Kegelapan telah membutakan hati dan nuraninya
Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pujaan hatinya
Tidak dapat membedakan kesejatian dan ketidak-sejatian


Cinta dibibir serasa manis nan membuai
Sekedar rayuan penjinak memikat hati
Memberikan sejuta harapan bernuansa ilusi
Menghadirkan mimpi tak mungkin menjadi reality


Cinta yang disertai kemelekatan menimbulkan kebencian
Berani bermain cinta maka sudah siapkah bila patah hati?
Adanya cinta menimbulkan perasaan dan kemelekatan
Bukankah bila terhanyut olehnya adalah derita?

Cinta materi mengejar kekayaan duniawi
Tiada mengenal rasa puas walau telah memiliki segalanya
Bahkan memunculkan rasa angkuh dan sombong
Inikah yang dinamakan status dan harga diri?

Cinta raga terjebak antara suka dan tidak suka
Mendambakan atau menginginkan penampilan rupawan
Tak mampu menerima apa adanya dan terjebak dualisme
Tak mengembangkan jalan tengah meraih pembebasan

Cinta raga menimbulkan kemelekatan
Tiada mengenal rasa puas dan selalu haus olehnya
Bagai menghilangkan dahaga dengan air garam
Maka selamanya tidak akan menemukan kebahagiaan hakiki

Cinta suci adalah artistik bernuansa keindahan
Bagaikan rangkaian aneka bunga di musim semi
Kolaborasi alami yang indah dan menakjubkan
Cinta suci nun mustika karunia yang tak ternilai

Cinta kasih yang tulus tidak mengenal perbedaan
Tiada si terpelajar maupun si bodoh
Semua mengharapkan hidup penuh kedamaian dan kebahagiaan
Itulah harapan dan cinta yang ada dalam diri semua makhluk

Cinta kasih megembangkan rasa kepedulian
Merasakan iba melihat makhluk lain menderita
Membangkitkan rasa percaya dan menepiskan rasa curiga
Melenyapkan rasa pamrih dan berjuang menolong semua makhluk


Cinta kasih memberikan kesejukan dan kedamaian
Bagaikan butiran embun yang turun di malam hari
Seperti sebuah kolam di padang pasir
Bermukim di setiap insan berhati jujur dan tulus


Kehadiran cinta dan kasih menjadikan hidup sangat berharga
Mengeratkan persahabatan menjalin persaudaraan tulus
Menguatkan rasa saling pengertian dan penghargaan
Hakekat cinta kasih sejati merupakan realita kebenaran

Cinta kasih tidak mengagungkan keakuan dan keegoisan
Menumbuhkan simpati dan tidak mementingkan diri sendiri
Rela berkorban dan melupakan bentuk-bentuk kepribadian
Inilah cinta kasih sejati yg tak using di makan usia

Hidup tanpa dilandasi cinta bagai pohon tiada daun
Hidup tanpa memiliki cinta bagai pohon tanpa bunga
Hidup tanpa mengembangkan cinta bagai pohon tiada buah
Hidup tanpa cinta menjadi merana dan tak bermakna

Cinta kasih anak sepanjang galak
Cinta kasih ibu adalah sepanjang jaman
Cinta kasih sejati abadi sepanjang masa
Cinta kasih sejati universal tiada berakhir