CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Tuesday, December 9, 2008

SAD EYES

I want to cry those tears for you,
I want to scream cos you are not allowed to.
I always see you smile,
but never with your eyes.
You smile but I know your dying inside,
You never dare to confide.
You always pretend to be some one you're not
it's for us to be happy so you bleed a lot.
I want to hold on to your hand,
and let you know that beside you I'll stand.
you may think that no one would notice,
But in your eyes I see a dark abyss.
They say you have everything
but they don't know you're suffering.
You never wanted to be up there alone,
you would rather fall but with someone to hold.
I ask of you don't give up,
I would stop you every time you jump.
You told me you're happy,
but that is something I can't see.
You know I'll be here right?
You know I'll be with your every fight.
I saw tears wanting to fall from your eyes,
but you just stopped it and gave us smiles.
I wanted to scream and tell you to let it fall.
but I remembered that was what you wanted after all.
There are nights when I see you looking up in the sky,
with that much pain and hurt, I wanted to cry.
I never wanted you to become this way,
but I feel you hurting everyday.
I see you always with smiles and laughter,
but deep inside you are really sober.
Many people are there today,
but after that will someone stay?
every time I look into your eyes,
all I see is guilt for your lies.
I know you want to scream and tell it to our face,
but you know it would hurt us so you kept it in a secret place.
I want tell you everything will be fine,
but I know it would always be a lie.
You know not everyone is like me,
that would love you unconditionally.
I am afraid that I would hurt you more
so I would never knock at your door.
i would just keep my distance,
and just take care of you with my glance.

MIRRORS

MIRRORS LIE HALFWAY
i should have known betteras you filch the hands from your agonying was there
and unnoticed surrounded by the spaces in between
you said that if someone could ride the curvesthe torrent waves will dry up
but no one caredas the mirror look up to the skyrummaging in the pit of the dawn into my eyes, it was specialor at least i thoughtalmostand
i heard you calling from the other bedthe reflection of your tired annoyancemanage to escape on and through this wedged veinsi was guiltyand the essence of it is too fara lying whisper....
somehow it had fallen asleepafter there is no shadow to castonly to see you in the corner lotand when you said that it was beautiful perfect on what you are not made of so the blinds were being closed againuntil the unsullied light will come
More than halfway to meet my emancipation close to my reflection

HIDUP

* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
* Hidup adalah pertandingan, jalani itu.
* Hidup adalah mahal, jaga itu.
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.
* Hidup adalah janji, genapi itu.
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
* Hidup adalah perjuangan, terima itu.
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.
* Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.

3 KATA Hmmmm...

Tadi malam, setelah mendengarkan MG radio salah satu radio srtreaming favoriteku, kini aku tak juga bisa memejamkan mata, lalu aku dan Mikha berchat ria dan kami bermain tentang 3 kata. Mau tau...
Begini....

Mikha Valerint: Pada Suatu Hari
Bintang: aku berjalan sndiri
Mikha Valerint: menuju ke pantai
Bintang: sambil besenandung riang
Mikha Valerint: meyanyikan lagu natal
Bintang: dengan hati riang
Mikha Valerint: dan langkah riang.
Bintang: sambil bermain air
Mikha Valerint: tapi tergigit kepiting
Bintang: dan aku berteriak
Mikha Valerint: "aduh sakit sekali!"
Bintang: tapi tak apa
Mikha Valerint: karena sepatunya baja
Bintang: tapi sungguh sayang
Mikha Valerint: waktu sudah malam
Bintang: tapi ingin disini
Mikha Valerint: menunggu sang putri
Bintang: datang menemani aku
Mikha Valerint: dari negri dongeng
Bintang: tapi aku tahu
Mikha Valerint: dan juga tempe
Bintang: begitu enak digoreng
Mikha Valerint: untuk menjadi batagor
Bintang: dengan bumbu kacang
Mikha Valerint: kemudian dibungkus pulang
Bintang: tidak lupa dibayar
Mikha Valerint: seratus ribu rupiah
Bintang: (mahal banget ya)
Mikha Valerint: akibat krisis global
Bintang: tapi tak mengapa
Mikha Valerint: ada uang pensiun
Bintang: yang aku terima
Mikha Valerint: dari boss galak
Bintang: walau dia galak
Mikha Valerint: tapi sebenarnya dialah...
Bintang: sahabat dekat aku
Mikha Valerint: walau bukan kecenganku
Bintang: tapi aku yakin
Mikha Valerint: dia masih jomblo
Bintang: tapi aku takut
Mikha Valerint: karena banyak saingan
Bintang: aku tak takut
Mikha Valerint: walau nyawa taruhannya
Bintang: aku tidak mau
Mikha Valerint: mundur satu langkahpun
Bintang: tapi aku ingat
Mikha Valerint: pesan dari buyut
Bintang: tentang siapa dia
Mikha Valerint: dan kutuk keturunannya
Bintang: aku tidak takut
Mikha Valerint: untuk mematahkan kutuknya
Bintang: aku punya Jesus
Mikha Valerint: di atas segalanya
Bintang: Raja segala Raja
Mikha Valerint: pasti tiada duanya
Bintang: di seluruh dunia
Mikha Valerint: dan alam semesta
Bintang: sampai dunia berakhir
Mikha Valerint: .Sekarang, bagaimana caranya...
Bintang: agar bisa bertemu
Mikha Valerint: karena dia jauh
Bintang: tapi aku yakin
Mikha Valerint: Naik pesawat cepat
Bintang: tapi tiket mahal
Mikha Valerint: sedangkan jalan kaki...
Bintang: pasti capai sekali
Mikha Valerint: Sehingga solusinya adalah
Bintang: aku hanya diam
Mikha Valerint: dan menunggu tumpangan
Bintang: yang bisa antarku
Mikha Valerint: ke negri nunjauh
Bintang: aku gak yakin
Mikha Valerint: karena lupa bekal
Bintang: aku takut lapar
Mikha Valerint: datanglah mobil eskrim
Bintang: lalu aku panggil
Mikha Valerint: "pak, boleh numpang?"
Bintang: yah... tak berhenti...
Mikha Valerint: karena rem-nya blong
Bintang: aku tahu itu
Mikha Valerint: lantas langsung kukejar
Bintang: tapi sayang dia
Mikha Valerint: terlempar keluar mobil
Bintang: karena ada ular
Mikha Valerint: yang berkepala 6
Bintang: lalu kutolong dia
Mikha Valerint: dan kumakan ularnya
Bintang: ularnya masih hidup
Mikha Valerint: kutelan hidup hidup
Bintang: lalu aku jatuh
Mikha Valerint: kubawa lari mobilnya
Bintang: tapi ada polisi
Mikha Valerint: polisi indo gampaaanggg.....
Bintang: tapi sayangnya bukan
Mikha Valerint: ternyata polisi NAZI
Bintang: tapi tak takut
Mikha Valerint: kukebut saja mobilku
Bintang: tapi aku melihat
Mikha Valerint: tank baja mengejar
Bintang: lalu aku kebut
Mikha Valerint: dan kukeluarkan bazoka
Bintang: tapi sungguh malang
Mikha Valerint: bensin sudah habis
Bintang: lalu aku lari
Mikha Valerint: tidak lupa eskrimnya
Bintang: eskrim ternyata meleleh
Mikha Valerint: bisa dijadikan bensin!
Bintang: tapi hanya sementara
Mikha Valerint: yang penting selamat
Bintang: tak aku kira
Mikha Valerint: sampai juga ditujuan
Bintang: dengan puji syukur
Mikha Valerint: bertemu sang kekasih
Bintang: tapi aku menangis
Mikha Valerint: dia sudah keriput
Bintang: bukan itu kenyataannya
Mikha Valerint: karena terkena racun
Bintang: karena itu kuharus
Mikha Valerint: harus kucari penawarnya
Bintang: "nah aku dapat"
Mikha Valerint: bagaimana cara menggunakannya?
Bintang: lalu aku siram
Mikha Valerint: apa yang terjadi............?
Bintang: ternyata aku salah
Mikha Valerint: itu adalah bir
Bintang: "tapi bau bensin..??"
Mikha Valerint: tidaaaakkkkkk!!! kebakaran!!!! kebakaran!!
Bintang: oh aku salah...
Mikha Valerint: cepat telepon 911
Bintang: pemadam datang menghampiri
Mikha Valerint: dikerahkan 10.000.000 unit
Bintang: ternyata tak cukup
Mikha Valerint: karena airnya kering
Bintang: tapi akhirnya habis
Mikha Valerint: ternyata semua mimpi
Bintang: ketika aku bangun
Mikha Valerint: rumahku yang kebakaran
Bintang: dan kudapati diriku
Mikha Valerint: dalam pangkuan kekasih
Bintang: yang terbakar hangus
Mikha Valerint: kuberlari membawa dia
Bintang: kepadang rumput disana
Mikha Valerint: ternyata dia memakai
Bintang: sendal pemberian mama
Mikha Valerint: dan baju antiapi
Bintang: kini kubertanya padanya
Mikha Valerint: darimana baju itu?
Bintang: lalu jawabnya papamu
Mikha Valerint: "selamatkah orangtua saya?"
Bintang: mereka semuanya selamat
Mikha Valerint: "oiya? fyuhh...syukurlah!"
Bintang: satu yang meninggal
Mikha Valerint: supir mobil eskrim
Bintang: ternyata bukan dia
Mikha Valerint: melainkan kenek dia
Bintang: (sejak kapan icecream pakai kenek asal ya)
Bintang: kasihku berkata padaku
Mikha Valerint: peliharaanmu yang meninggal
Bintang: ternyata bukan juga...
Mikha Valerint: yang meninggal adalah.....
Bintang: diriku sendiri katanya...
Mikha Valerint: tidak mungkin itu
Bintang: tapi nyatanya benar
Mikha Valerint: pasti ini mimpi
Bintang: masih juga terpejam
Mikha Valerint: bangun bangun bangun!!!!!!!
Bintang: lalu aku tersadar
Mikha Valerint: ternyata kumasih dipenjara
Mikha Valerint: (makanya jangan kebanyakan berkhayal, kata sipir nya)

Friday, December 5, 2008

She was a child.
Born to be on her own.
She stood at the corner of the street.
Thinking about things children shouldn't be thinking about
like stealing the goods from an old vendor across the streetand selling it
just so she could have something to eat
orselling her innocence for a price to a dirty rich man
so she could survive for the week..
or the month, maybe.She was a child.
Born with a will to live.
But that will was slowly taken away from her from the start.
She was found silently screaming with garbage and rats one rainy afternoon at the market.
Her bearer was nowhere to be found.
zAn old man happened to pass by.
The crowd felt relieved that someone was interested to take care of the "trash".
The man took her without a word and then left.
She was a child.
Born to play and live like a child.
But as she grew, she was deprived.
Her toys were brooms and a pail full of suds.
That was the play she knew and grew to love.
She was a child.But old enough to think about what's right and what's wrong.
One night, the man took her to a room full of lights.
She was amazed.That was the first time she saw lights, beautiful lights.
The man throwed her a couple of new clothes and told her to dress up.
She was skeptical, but she felt happy.
That was her first set of new clothes.
She was a child.
It was her 17th birthday.
No one knew exactly when her real birthday was.
They just assumed it was today.
The man told her to dress up immediately.
Her clothes were full of glitters, but not enough to cover her up.
And the man said the show was about to start.
She was a child.
She was excited she could finally see a real show.
She was dying to meet the star and ask her questions she had been wanting to ask ever since.
Stars are really famous, she thought.
Just like the ones she watched at the butcher's old television.
It was her dream of becoming like one.
She was a child.
The man pushed her off the floor.
Amidst the bright lights, she found herself standing at the middle of the howling crowd full of men.
Old, young, rich, poor, educated, respected, some she saw at a campaign, but everyone was looking hungry for something she couldn't explain.
Then a voice from nowhere said:"Now, for the moment we've all been waiting for.
Let us welcome the freshest star of tonight'sshow!"She realized, it was her.

Wednesday, December 3, 2008

KISAH HIDUPKU

adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..

suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati

apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti…

semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadari hanya

Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi

Tuesday, December 2, 2008

SAHABATKU 5

Nah tiba juga saatnya mengakhiri cerita ini..


Setelah kepergian Micha, keadaan Cha Cha pun semakin memburuk, Tuhan jangan panggil dia pintaku pada Bapa.
Tapi aku paham kalau akupun tak boleh egois, aku harus kuat dan tegar seperti Cha Cha sahabatku.

Saat indah terakhir aku bersama sahabatku 2 bulan sebelum dia pergi meninggalkan aku serta mama dan papanya. Kami pergi kesebuah pesta ulang tahun teman kami yang lain, dengan bermodal pakaian seadanya kami pergi bersama dengan angkutan umum. Entah perasaan aku saja atau memang ini sudah pertanda kepergian dia sudah dekat, sore itu Cha Cha terlihat sungguh manis dan cantik walau aku sudah tahu dia memang cantik dan manis tapi kali ini terlihat sungguh berbeda.
Tak kuhiraukan perasaan itu, kamipun berangkat. Sejak meninggalkan rumah sampai kami sampai di halte bus, kami bernyanyi ria. Sampai didalam bus pun kami masih tetap bernyanyi tanpa memperdulikan penumpang lainnya. Ya karena hanya beberapa saja penumpang didalamnya.

Tak berapa lama penumpang semakin bertambah...bertambah dan bertambah, hampir sesak tak bisa bernafas. Tapi Cha Cha menolak untuk turun dan menunggu bus berikutnya. Kamipun tetap bersenandung ria, tiba-tiba seorang ibu menghentikan kami. Tapi ini sungguh mengejutkan Ibu tersebut meminta kami bernyanyi lebih kencang lagi, alasannya karena memang kami bernyanyi pelan karena penumpang penuh sesak. Tapi si Ibu berkata “Nak bisakah kalian bernyanyi lebih kencang, karena suara kalian sungguh merdu”. Kami saling berpandangan, lalu tersenyum. Kamipun mulai bernyanyi dengan suara yang tinggi, sampai seluruh para penumpang memperhatikan kami.

Ya akhirnya sampai juga kami ditempat tujuan, dan kamipun meminta maaf karena kami harus turun. Mereka memberikan tepuk tangan yang sungguh meriah, ya aku merasakan kebahagiaan mereka kamipun ikut bahagia.

Party.. ya ditempat pesta ulangtahun tersebut Cha Cha kembali pingsan, kali ini berujung di RS. Ya dia dirawat karena dia tak sadarkan diri, semuanya bersedih kembali. Kami berdoa dan berdoa tak hentinya 1 bulan berlalu sahabatku tak kunjung sadarkan diri, 2 bulan kini, harapan dan doa kami terjawab juga.

Tapi hanya sebentar, dia hanya mampu bertahan 30 menit sebelum akhirnya dia menutup matanya selamanya. Dia berpesan padaku "Jangan pernah lagi bersedih, jangan mudah menyerah dan mengeluh akan hidup serta pertahankanlah apa yang kamu miliki dengan sekuat tenagamu berjuanglah untuk apa yang ingin kamu raih dan jangan lupa tersenyum selalu walaupun masalah datang janganlah mengeluh, katakan selamat datang masalah" itu katanya nah itu adalah inti dari pesannya untukku. Dia juga tak ingin aku menangisi kepergiannya atau siapapun yang pergi meninggalkan aku.

Tak kukira aku punya sahabat yang sungguh mulia hatinya, dia tak memikirkan dirinya sendiri tapi hidup orang lain. Akupun tak menduga usia persahabatan kami tak berlangsung lama. Tapi aku mengerti artinya seorang sahabat, aku cukup bahagia bisa mengenalnya. Sahabatku sempat membuat aku tersentuh disaat-saat terakhir kepergiannya dia memberiku hadiah, ya buku diarynya. Kisah perjalan hidupnya, walau dia sedang sekarat sekarang ini tapi dia ingin tetap berbagi dengan aku sahabatnya yang setia katanya.
Dan saat dia menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya dia memberikan senyum yang termanis yang dia punya. Aku tak kuasa menahan tangis ini, maafkan aku sahabatku aku tak bisa membendung tangis ini. Tangis kamipun meledak didalam ruangan itu.
Aku hanya ingin mengucapkan selamat jalan sahabat, kini kau sudah sembuh dan kamu berada ditempat yang damai bersama-Nya.

Tuhan menciptakan manusia tidak sendirian tapi mempunyai teman, sahabat, saudara, kekasih, suami/istri, orang tua. Janganlah pernah kalian merasa sendiri.
Karena Tuhan akan selalu mempunyai rencana di hidupmu dengan mengirim siapapu dalam hidupmu..

Sekian kilas balik dariku tentang sahabatku semoga kalian yang membacanya bisa memahami apa yang hendak aku sampaikan disini.

Terimakasih ya karena kalian masih mengikuti kisah ini sampai tamat.
God Bless You